Cerita Sex Selingkuh Dengan Istri Teman, Bokep Hot Sex, Bokep Indo Hot Xxx, Cerita Sex Dengan Teman Lama Sexy, Cerita Sex Pembalasan Selingkuh Suamiku, Foto Bugil Jilbab Hijab Tudung, Foto Hot Jilbab, Foto Hot Porn Sex, Foto Jilbab Hot, Foto Sex Bugil, Foto Sex Hot, Hot Bugil Sex Jilbab, Hot Jilbab Bugil, Sex Hot Jilbab Telanjang, Situs Sex Hot

Cerita Sex Selingkuh Dengan Istri Teman

Cerita Sex Selingkuh Dengan Istri Teman, Bokep Hot Sex, Bokep Indo Hot Xxx, Cerita Sex Dengan Teman Lama Sexy, Cerita Sex Pembalasan Selingkuh Suamiku, Foto Bugil Jilbab Hijab Tudung, Foto Hot Jilbab, Foto Hot Porn Sex, Foto Jilbab Hot, Foto Sex Bugil, Foto Sex Hot, Hot Bugil Sex Jilbab, Hot Jilbab Bugil, Sex Hot Jilbab Telanjang, Situs Sex Hot

Waktu di jam dinding mengindikasikan sudah pukul 7.30, tetapi Bobby belum pun datang. Dalam hati kecilku, Jangan-jangan Bobby inginkan bermalam di kampungnya, aku tidak barangkali bermalam berdua dengan istrinya di lokasi tinggal ini. Saya kemudian teriak mohon pamit saja dengan dalil nanti kelak saja ketemunya, namun istri Bobby berteriak melarangku dan katanya,

“Tunggu dulu pak, nasi yang saya masak bikin bapak telah matang. Kita makan bareng saja dulu, siapa tahu setelah santap Bobby datang, kan belum pun larut malam. Lagipula kita baru saja ketemu.” Katanya sarat harap supaya aku tetap menantikan dan mau santap malam bareng di rumahnya.

Tak lama kemudian, iapun terbit memanggilku masuk ke ruang dapur untuk merasakan hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat percakapan yang santai dan sarat canda, sampai-sampai tanpa terasa saya sempat menguras dua piring nasi. Tanpa saya ingat lagi bila tadi saya bilang telah kenyang dan baru saja santap di rumah. Malu sendiri rasanya.

“Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tidak tepat andai aku panggil bapak kan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja.” Ucapnya secara tiba-tiba saat aku meneguk air minum. Sampai-sampai aku tidak sempat menguras satu gelas sebab terasa kenyang sekali.

Apalagi saya mulai terayu atau tersanjung oleh seorang perempuan muda yang baru saja kulihat sepotong tubuhnya yang mulus dan putih?. Tidak, saya tidak boleh beranggapan ke sana, lagipula wanita ini ialah istri rekan lamaku. Bahkan rasanya aku belum pernah beranggapan macam-macam terhadap perempuan lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yang mulai miring. Siapa tahu terdapat setan yang memanfaatkannya.

pkv game

“Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya terima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku menyerahkan kebebasan.
“Terima kasih Mas atas keikhlasan dan keterbukaannya” balasnya.

Setelah berlalu makan, aku kemudian berjalan terbit sambil memandangi sudut-sudut ruangannya. Dan aku sempat memindahkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku menyaksikan tubuh tergeletak tanpa busana tadi. Ternyata betul. Perempuan itulah tadi yang berbaring di atas lokasi tidur itu, yang di depannya ada suatu TV color kira-kira 21 inc.

Jantungku tiba-tiba berdebar saat aku menyaksikan sebuah celana kolor terbaring di sudut lokasi tidur itu, sampai-sampai aku sejenak membayangkan bila wanita yang baru saja saya temani bicara dan makan bareng itu bisa jadi besar tidak gunakan celana, lagipula yang saya lihat tadi mulai dari pinggul sampai ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran tersebut saya jajaki buang jauh-jauh biar tidak mengganggu konsentrasiku.

Setelah aku duduk pulang di kursi tamu semula, tiba-tiba aku mendengar suara TV dari dalam, lagipula acaranya terdengar sekali kalau tersebut yang main ialah film Mahabate yakni film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar tersebut tanpa dipanggil, meskipun aku hendak sekali nonton film itu. Bersamaan dengan puncak keinginanku, tiba-tiba,

“Kak, suka nggak nonton filmnya Mahabate?” teriaknya dari dalam kamar tidurnya.
“Wah, tersebut film kesukaanku, namun sayangnya TV-nya dalam kamar,” jawabku dengan cepat dan suara agak lantang.
“Masuk saja di sini kak, tidak apa-apa kok, lagi pula anda ini kan sudah laksana saudara dan telah saling terbuka” katanya sarat harap.

Lalu saya bangkit dan masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir lokasi tidur bersebelahan dengannya. Aku agak malu dan fobia rasanya, tapi pun mau sekali nonton film itu.

situs alternatif

Awalnya kami biasa-biasa saja, hening dan serius nontonnya, namun baru sekitar separuh jam acara tersebut berjalan, tiba-tiba ia menawarkan guna nonton film dari VCD yang katanya lebih bagus dan lebih seru dari pada filmnya Mahabate, sampai-sampai aku tidak menolaknya dan hendak juga menyaksikannya. Aku khawatir dan cemas kalau-kalau VCD yang ditawarkan tersebut bukan kesukaanku atau bukan yang kuharapkan.

Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan pulang duduk tidak jauh dari lokasi dudukku bahkan terkesan tidak banyak lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun hadir dan terjadi pembicaraan yang serius antara seorang lelaki dan seorang perempuan Barat, sampai-sampai aku tidak tahu maksud percakapan dalam film itu.

Baru saja aku bermaksud meminta mengubah filmnya dengan film Mahabate tadi, tiba-tiba kedua manusia dalam layar itu berdekapan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahan-lahan saling menelanjangi dan meraba, hingga akhirnya saya menatapnya dengan tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yang menciptakan jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat, lalu tidak banyak demi tidak banyak aku menoleh ke arah perempuan disampingku yaitu istri rekan lamaku.

Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku seraya tersenyum lalu memindahkan pandangannya ke layar. Tentu aku tidak dapat lagi menahan birahiku sebagai lelaki normal, tetapi aku tetap fobia dan malu mengutarakan isi hatiku.

“Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja,” tanyanya seolah memancingku saat aku asyik menikmatinya.

“Iiyah, bolehlah, suka juga, bila adik, memang tidak jarang nonton film gituan yah?” jawabku tidak banyak malu tapi inginkan dan suka sekali.

“Saya dari dulu sejak mula perkawinan kami, memang tidak jarang kali putar film laksana itu, sebab kami sama-sama menyukainya. Lagi pula dapat menambah gairah sex kami dikala susah memunculkannya, bahkan dapat meningkatkan pengalaman berhubungan, syukur-syukur andai sebagian dapat dipraktekkan.

pkv game online

“Sungguh kami ketinggalan. Saya tidak cukup pengalaman dalam urusan itu, bahkan baru kali ini saya sungguh-sungguh bisa menonton dengan tenang dan jelas film laksana itu. Apalagi istriku tidak suka nonton dan praktekkan macam-macam laksana di film itu,” keteranganku terus terang.

“Tapi kakak suka nonton dan permainan seperti tersebut khan?” tanyanya lagi.
“Suka sekali dan sepertinya nikmat sekali yach,” kataku secara tegas.

“Jika istri kakak tidak suka dan tidak mau mengerjakan permainan laksana itu, bagaimana bila aku tawarkan kerjasama guna memperaktekkan hal laksana itu?” tanya istri rekan lamaku secara tegas dan berani padaku seraya ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sampai-sampai bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.

Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, kemudian aku mengupayakan merangkulnya seraya menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun menjawab pelukanku. Bahkan ia duluan menghirup pipi dan bibirku, kemudian ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku seraya digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dengan lahap sekali.

Aku mengawali memasukkan tangan ke dalam bajunya menggali kedua payudaranya sebab aku sama sekali telah tidak dapat lagi menyangga birahiku, lagi pula kedua benda kenyal tersebut saya telah hafal lokasinya dan sudah tidak jarang memegangnya. Tapi kali ini, rasanya beda daripada yang lain, tidak banyak lebih mulus dan lebih keras dibanding kepunyaan istriku. Entah siapa yang membuka baju yang dikenakannya, tiba-tiba tersingkap dengan lebar sampai-sampai nampak kedua benda kenyal tersebut tergantung dengan menantang.

Akupun memperaktekkan apa yang barusan kulihat dalam layar tadi yaitu menjilat dan mengisap putingnya berkali-kali seolah aku mau menerbitkan air dari dalamnya. Kadang kugigit tidak banyak dan kukunyah, tetapi wanita tersebut sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda adanya rasa sakit.

judi online terpercaya

Selama hidupku, baru kali ini aku menyaksikan pemandangan yang estetis sekali salah satu kedua paha perempuan itu. Karena tanpa kendala aku membuka sarung yang dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan cocok dugaanku semula ternyata memang tidak terdapat pelapis kemaluannya sama sekali sampai-sampai aku sempat menatap sejenak kesucian vagina perempuan itu.

Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan tersebut membuat aku terpesona menyaksikan dan merabanya, lagipula setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dengan kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol salah satu kedua bibirnya dengan warna agak kemerahan. Ingin rasanya aku telan dan santap sekalian, untung bukan makanan, namun sempat saya lahap dengan lidahku sampai sedalam-dalamnya sampai-sampai wanita tersebut sedikit menjerit dan terengah-engah menyangga rasa nikmatnya lidah saya, lagipula setelah aku menekannya dalam-dalam.

“Kak, aku buka saja seluruh pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa merasakan seluruh tubuhmu,” pintanya seraya membuka satu persatu pakaian yang kukenakan sampai aku telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlama-lama memandangnya. Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, tetapi jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sampai-sampai pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai tanda kegelian.

Lalu disusul dengan memasukkan penisku ke mulutnya dan menggocoknya dengan cepat dan berulang-ulang, sehingga terasa spermaku inginkan muncrat. Untung saya tarik terbit cepat, kemudian membaringkan ke atas lokasi tidurnya dengan kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih gampang melihat, dan menjamahnya.

Setelah ia terkulai lemas di atas lokasi tidur, akupun mengangkanginya seraya berdiri di depan gundukkan tersebut dan perlahan aku masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya kemudian menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, akhirnya bisa masuk tanpa terlampau kesulitan.

game domino terbaik android

“Dik, model yang bagaimana anda terapkan sekarang? Apa anda ikuti seluruh posisi yang terdapat di layar TV tadi,” tanyaku berbisik.

“Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yang kakak anggap lebih nikmat dan lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak,” katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi istirahat telentang tadi seraya aku berdiri menggocok terus, sehingga memunculkan bunyi yang agak meningkatkan gairah sexku.

“Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, kocok terus kakak, aku paling menikmatinya,” demikian pintanya seraya terengah dan berdesis laksana bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.

“Dik, gimana bila saya berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya,” pintaku padanya.

“Aku ini sudah nyaris memuncak dan telah mulai lemas, namun kalau tersebut permintaan kakak, bolehlah, aku masih dapat bertahan sejumlah menit lagi,” jawabnya seolah hendak memuaskanku malam itu.

Tanpa kami rasakan dan pikirkan lagi suaminya pulang malam itu, lagipula setelah jam mengindikasikan pukul 9.30 malam itu, aku terus berjuang menumpahkan segalanya dan sungguh-sungguh ingin merasakan pengalaman bersejarah ini bareng dengan istri rekan lamaku itu.

Namun sayangnya, sebab keasyikan dan keseriusan kami dalam bersetubuh malam itu, sampai-sampai baru selama 3 menit berlangsung dengan posisi saya di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, kesudahannya spermakupun tumpah dalam rahimnya dan diapun kurasakan bergetar semua tubuhnya pertanda pun memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan istirahat terlentang sampai pagi.

game poker terbaik android

Setelah kami terbangun nyaris bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat dari lokasi tidur, tiba-tiba hadir rasa fobia yang mengecam dan pikiranku paling kalut tidak tahu apa yang mesti saya perbuat. Saya menyesal namun ada kemauan untuk mengulanginya bareng dengan perempuan itu. Untung malam tersebut suaminya tidak pulang dan kamipun berjuang masuk kamar mandi mencuci diri.

Walaupun terasa terdapat gairah baru lagi hendak mengulangi di dalam kamar mandi, tetapi rasa takutku lebih mengungguli gairahku sampai-sampai aku membatalkan niatku tersebut dan langsung pamit dan sama-sama berjanji bakal mengulanginya andai ada kesempatan. Saya terbit dari lokasi tinggal tanpa terdapat orang beda yang melihatku sampai-sampai saya yakin tidak terdapat yang mencurigaiku.

WhatsApp chat